BNI INTERNET BANKING

STOP!! UNTUK KELANCARAN TRANSAKSI BNI ANDA, SEBAIKNYA ANDA LOGIN MENGGUNAKAN INTERNET EXPLORER!!

Anda Tamu Saya ke: HTML Counter


Designed by:

BNI sebagai E-BANKING AGENT PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh suprapto.com   
Minggu, 18 Juli 2010 00:21

BNI sebagai E-BANKING AGENT

 

Dekade ini perbankan telah memasuki era baru. Transaksi perbankan konvensional yang mengharuskan tatap muka antara Nasabah dengan Bankir kini sudah mulai ditinggalkan dan digantikan dengan model transaksi elektronik. Hal ini tak lepas dari kemajuan teknologi, gaya hidup manusia modern yang mobil serta permintaan pasar. Selanjutnya munculah nama-nama atau istilah perbankan elektronik, yang sering disingkat e-bank. Bank yang terlambat meng-update teknologinya bisa dipastikan akan ditingalkan oleh nasabahnya.

 

 

SEPUTAR E-BANKING

 

Istilah e-baking mulai muncul awal 1980-an. BNI termasuk pelopor e-banking di Indonesia. Data dari BNI Card Center, aktivitas e-banking BNI dimulai dari tanggal 1 Maret 1988, Bank BNI menerbitkan “BNI MATS” yang berfungsi sebagai Kartu ATM. Pada saat itu Bank BNI memiliki + 6 Unit ATM Jakarta, Medan dan Denpasar. Kemudian pada ulang tahun Bank BNI tanggal 5 Juli 1991 diterbitkan Card Plus berfungsi sebagai Kartu ATM, Cashing Card dan Discount Card yang kemudian berganti nama menjadi KARTUPLUS pada bulan September 1995. Di tahun 1995 Bank BNI telah memiliki 98 ATM di kantor cabang berbagai kota besar dan tumbuh menjadi 296 ATM pada 1 tahun kemudian. Untuk memperluas layanannya, jumlah ATM Bank BNI terus berkembang hingga saat ini berjumlah 2.958 ATM ditambah 6.900 ATM Link dan 10.500 ATM Bersama.

 

Sesuai dengan misi dan visinya  BNI Card Center berusaha menjadi market leader yang unggul dalam layanan dan kinerja pada bisnis kartu di Indonesia. Misinya adalah Memaksimalkan stakeholders value melalui pengelolaan bisnis kartu dengan memberikan konstribusi yang optimal bagi Bank BNI.  Kita bisa berbangga  bahwa berdasar catatan,dalam perkembangannya Kartu Kredit BNI mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sehingga dalam kurun 5 tahun, Kartu Kredi BNI berhasil menduduki peringkat ke 2 dalam pertumbuhan jumlah Pemegang kartu. Hal ini dibuktikan ketika BNI Card Center mendapat penghargaan Rookie Award dari Visa Int'l pada tahun 2000. Penghargaan ini diberikan Visa Int'l untuk pertumbuhan Kartu Kredit Visa yang tercepat dengan portfolio sehat sepanjang tahun 1999 untuk regional Asia Pasific. Penghargaan ini kemudian disusul dengan diterimanya penghargaan Quantum Leap juga dari Visa Int'l, pada tahun 2002 untuk prestasi yang sama di tahun 2001 untuk seluruh wilayah Indonesia.(www.bnicardcenter.co.id)

 

 

EFEKTIF DAN EFISIENSI UNTUK BNI

 

Baik efektivitas maupun efisiensi mengharuskan perusahaan –maupun pribadi-untuk terus menetapkan target, menganalisa kerja dengan seksama, Mengaturprioritas, dan senantiasa berfokus pada apa-apa yang paling bisa berikan dampak atau nilai terbesar untuk setiap waktu yang dihabiskan. Perusahaan yang gagal meraih target yang telah ditetapkan tidak bisa disebut sebagai efisien apalagi efektif. Pencapaian target di sini bisa dinyatakan sebagai sebuah indeks obyektif dari efektivitas perusahaan (Akhmad Guntoro)

 

Ada cukup banyak pendekatan agar perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lain. Salah satunya adalah dengan menekan biaya operasional dan menawarkan harga barang atau jasa yang lebih murah kepada pelanggan. Agar harga yang lebih murah tetap berlanjut, pemimpin perusahaan harus membangun kompetensi intinya dalam hal biaya pengelolaan. Dave Ulrich dan Norm Smallwood (How Leader Build Values,2003) menyebutkan ada tiga pilihan pokok bagaimana mengurangi biaya yakni meningkatkan produktivitas, perbaikan proses, dan perbaikan proyek. Cara-cara baru yang lebih efisien antara lain dalam bentuk mengurangi birokrasi, mengurangi tugas-tugas yang tidak perlu, hemat waktu dalam bekerja, dan penggunaan teknologi hemat tenaga kerja. (Sjafri Mangkuprawira).

 

Penggunaan teknologi informasi yang tepat di perbankan ternyata mampu mengurangi secara signifikan kebutuhan akan tenaga kerja manusia dan meningkatkan efisiensi. Saat ini keberadaaan fasilitas e-chanel BNI telah mampu secara signifikan biaya operasional, terutama yang berkaitan dengan SDM di unit layanan.

 

 

EFEKTIF DAN EFISIEN UNTUK NASABAH

Dampak positif yang langsung bisa dirsakan oleh nasabah dengan fasilitas e-banking antara:

-          Hemat Waktu, nasabah tidak perlu datang dan antri di bank untuk transaksi.

-          Hemat uang, biaya transaksi menggunakan jasa ATM, SMS Banking atai IB lebih murah jika harus menggunakan transaksi melalui petugas bank.

-          Kapan saja dan dimana saja, nasabah 24 jam bisa mengases layanan e-banking.

 

 

AKSELERASI E-BANKING

 

Kesadaran untuk segera membangun fasilitas e-banking tidak hanya disadari oleh BNI, namun juga telah disadari penuh oleh bank-bank pesaing. Seperti yang dilansir oleh harian nasional Kompas (Selasa, 9 Maret 2010), Direktur Mikro dan Ritel PT Bank Mandiri Tbk Budi G Sadikin mengatakan, bagi perbankan,   mengembangkan e-banking tidak hanya sekadar mengikuti tren kebutuhan nasabah yang makin mobil, tetapi juga mengejar tujuan lain yang juga strategis, seperti menurunkan biaya dana (cost of fund), meningkatkan efisiensi, dan memperoleh pendapatan komisi (fee base income). Jadi jelaslah bahwa e-banking bukan hanya layanan, tetapi sudah menjadi strategi utama perbankan untuk tumbuh dan meraup laba berkesinambungan. Bank swasta lainnya juga tidak mau ketinggalan. Direktur PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) Stephen Liestyo mengatakan, efisiensi terjadi karena pada penggunaan e-banking, biaya-biaya sebenarnya dipindahkan ke nasabah. Untuk mobile banking dan internet banking, misalnya, nasabah sendiri yang menyediakan sarananya, yaitu berupa handphone, laptop, telepon, listrik.

 

Harian yangs sama juga menyatakan berdasarkan data Bank Indonesia, per Oktober 2009 terdapat 12 juta lebih kartu kredit dan 43 juta kartu ATM plus debet. Padahal, diperkirakan masih ada sekitar 80 juta penduduk yang belum memiliki rekening tabungan di bank. Sementara itu, nilai transaksi kartu ATM plus debet pada Oktober 2009 untuk transaksi tunai Rp 73 triliun, transaksi interbank sekitar 71 triliun, antarbank Rp 6 triliun, dan belanja senilai Rp 5 triliun. Angka-angka tersebut hampir dua kali lipat lebih besar ketimbang kinerja awal 2006. Pada ATM Bersama yang dikelola Artajasa, transaksi dari 2007 sampai Juli 2009 naik 100 persen, dari 4,5 juta transaksi per bulan menjadi 9 juta transaksi. Bahkan, pada 2010 diprediksi dapat mencapai 18 juta transaksi. Peningkatan transaksi yang pesat juga terjadi pada kanal e-banking lain, misalnya internet dan mobile banking. Dampaknya, jika lima tahun lalu perbandingan transaksi konvensional melalui cabang dan transaksi e-banking adalah 70 banding 30, saat ini kondisinya berbalik di mana transaksi e-banking mencapai 70 persen dari total transaksi perbankan. (Kompas, Selasa, 9 Maret 2010)

 

Kesadaran disemua  tingkat lapisan masyarakat mengenai e-banking telah ditangkap dengan sebaik-baiknya oleh BNI. Ada baiknya usaha akselerasi e-banking diadakan lagi lewat sosialisasi dan aktifitas nyata. Harapan kita sebagai salah satu pelopor e-banking di Indonesia, kedepannya BNI dapat merampungkan visi dan misinya untuk menjadi E-BANKING AGENT terkemuka dan di banggakan.

 

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 02 September 2010 05:15 )
 

Employee On Facebook

 

Hotline:081-548-559-559

KONTAK SAYA

Tinggalkan Pesan

Pendapat Anda mengenai Internet Banking BNI?

Pendapat Anda mengenai Internet Banking BNI?