| MERAIH BRAND IMAGE BNI SEBAGAI HIGHT TECHNOLOGY BANK |
|
| Ditulis oleh suprapto.com |
| Minggu, 18 Juli 2010 00:51 |
|
MERAIH BRAND IMAGE BNI SEBAGAI HIGHT TECHNOLOGY BANK
Kredibilitas suatu bank salah satunya diukur oleh sejauh mana bank tersebut meng-aplikasikan kecanggihan teknologi dalam aktifitasnya. Sejauh ini perkembangan Internet Banking (IB) Bank BNI mengalami kemajuan yang sangat pesat. Sejak tahun 2007, PT. Bank Negara Indonesia sebagai salah satu bank yang terkemuka di Indonesia telah menggunakan dan terus menyempurnakan IB sebagai salah satu aplikasi perbankan.
Dari empat fasilitas electronic chanel (e-chanel) BNI, IB merupakan alternatif yang bisa menjadi pilihan nasabah untuk memenuhi kebutuhan perbankan. BNI Internet Banking adalah fasilitas layanan transaksi perbankan melalui jaringan internet selama 24 jam 7 hari seminggu. Bagi nasabah BNI yang menginginkan kemudahan bertransaksi perbankan baik dari personal computer, laptop, notebook maupun PDA, kapan dan dimana saja. Fasilitas internet banking BNI dapat dinikmati dengan cara registrasi lewat www.bni.co.id.
Beberapa penelitian yang pernah dilakukan telah memperkuat hipotesis bahwa pandangan masyarakat mengenai kemanfaatan dan kemudahan teknologi IB memiliki hubungan yang positif dengan kehendak untuk memilih IB. Artinya, kehendak untuk memilih IB lebih besar nilainya ketika teknologi/aplikasi IB memiliki kemanfaatan dan kemudahan yang tinggi. Hal ini sesuai dengan Zeithami, Parasuraman dan Malhotra yang mendefinisikan mutu layanan on-line sebagai sejauh mana situs web memfasilitasi pembelanjaan, pembelian dan pengiriman yang efisien dan efektif. Mereka mengidenifikasi 11 dimensi mutu layanan e-service: akses, kemudahan navigasi, efisiensi, keluwesan, keandalan, personalisasi, keamanan/privasi, ketanggapanan, jaminan kepercayaan, estetika situs, dan pengetahuan harga. Pandangan masyarakat mengenai kemanfaatan dan kemudahan teknologi IB memiliki hubungan yang positif dengan kehendak untuk memilih IB juga dikuatkan oleh Wolfinbarger dan Gilly yang mengembangkan suatu skala menurunnya mutu on-line pada empat dimensi utama, keandalan/pemenuhan, rancangan situs web, keamanan/privasi, dan layanan pelanggan. Para periset menginterprestasikan temuan-temuan studi mereka untuk mengemukakan bahwa blok bangunan paling dasar dari “pengalaman online yang” memaksa adalah keandalan dan fungsionalitas situs web yang luar biasa dari segi penghematan waktu, transasksi yang mudah, seleksi yang baik, informasi yang mendalam dan personalisasi pada “level yang tepat”. Skala dengan 14 butir mereka ditampilkan di sini: a. Keandalan/Pemenuhan - Produk yang muncul digambarkan secara akurat oleh situs web. - Anda mendapatkan apa yang Anda pesan dari situs web ini. - Produk diserahkan pada waktu yang dijanjikan perusahaan. b. Rancangan Situs Web - Situs web ini menyajikan informasi yang mendalam. - Situs web tidak menghabiskan banyak waktu. - Penyelesaisn yang cepat dan mudah pada situs web ini. - Tingkat personalitas pada situs web ini cukup tepat, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. - Situs web ini memiliki seleksi yang baik. c. Keamanan/Privasi - Saya merasa bahwa privasi saya dilindungi pada situs ini. - Saya merasa aman dalam transaksi dengan situs ini. - Situs web memiliki transaksi sekuritas yang memadai. d. Layanan Pelanggan - Perusahaan ingin dan siap menanggapi kebutuhan pelanggan. - Bila Anda memiliki masalah, situs web menunjukkan satu minat yang jujur dalam menyelesaikannya. - Pertanyaan-pertanyaan dijawab secara tepat. Harapan kita kedepan BNI sebagai bank umum nasional akan selalu meng-update teknologi yang ada sehingga layanan nasabah dapat ditingkatkan melaui akses global seperti internet, jaringan mobile banking dll. Slogan BNI sebagai Bank Kebanggan Bangsa salah satunya dapat dimulai dengan meraih Brand Image BNI sebagai Hight Technology Bank.
|
| Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 02 September 2010 05:15 ) |