Pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl sebagai Metode untuk Memahami Al-Qur'an
Oleh:
Suprapto
Mahasiswa
S3 Studi Islam UIN Walisongo Semarang
Suprapto059@gmail.com
Abstrak
Al-Qur'an sebagai wahyu ilahi menjadi pedoman hidup bagi
orang-orang yang meyakininya, oleh karenanya pendekatan pemahaman terhadap
Al-Qur'an memerlukan metode yang tidak cukup hanya tekstual, tapi juga
kontekstual. Makalah ini akan membahas pendekatan fenomenologi yang
dikembangkan Edmund Husserl sebagai metode untuk memahami al-Qur'an al-Karim. Fenomenologi
murni, kita gambarkan dan tunjukkan sebagai ilmu yang mendasar bagi filsafat,
adalah ilmu yang pada hakikatnya baru yang, sebagai akibat dari kekhasan
hakikinya yang paling radikal, jauh dari pemikiran alamiah dan karena itu hanya
pada zaman kita ini yang bergerak maju ke arah perkembangan. Ilmu ini disebut
ilmu "fenomena".[1]
“Husserl juga menpengertiankan transendensi sebagai cara pemberian fenomena
yang tidak muncul sekaligus”[2]
Kata kunci: Al-Qur’an, fenomenologi, edmund husserl,
hermeneutika